Minggu, 30 September 2012

Muslimah Muda Yang Sukses Berbisnis Tas

,

Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Vidia Chairunnisa sukses berwirausaha di bidang pembuatan tas. Mulai membangun usaha sejak Agustus 2009, Vidia kini dikenal sebagai produsen tas dengan merek Gembool.
Di bawah bendera usaha CV Gembool Mulai Jaya, ia dapat memproduksi hingga 1.300 tas per bulan. Dengan jumlah produksi sebanyak itu, omzet yang masuk kantongnya berkisar antara Rp 300 juta-Rp 320 juta per bulan. “Laba bersih saya sekitar 20%-30% dari omzet,” katanya.
Atas kinerja usahanya itu, ia sempat masuk menjadi salah satu finalis Joytea Grean Sosro Youth Business Competition (YBC) 2011.
Vidia sebetulnya sudah tidak asing dengan bisnis tas. Sebelum menjadi pengusaha tas, ia sempat menjadi distributor tas impor yang dijualnya secara retail di sebuah mal di Bogor. Aktivitas itu dijalaninya dari Januari hingga Agustus 2009.
Selama delapan bulan berjualan tas, ia rajin mempelajari pasar sekaligus mengenali kelebihan dan kelemahan tas impor tersebut. Begitu tahu peluang pasar bisnis ini begitu besar, ia memberanikan diri terjun ke bisnis ini dengan membuka usaha sendiri. “Saya melihat tas impor maju karena mengikuti tren mode. Padahal kualitasnya tidak terlalu hebat dibanding lokal,” ujarnya.
Berbekal modal Rp 24 juta, ia mendirikan semacam bengkel pembuatan tas yang bermarkas di Bogor, Jawa Barat. Di awal usahanya, ia mendapat order pertama senilai Rp 300.000. “Saat itu saya senang sekali karena produk saya laku di pasaran,” ungkapnya
Nah, setelah hampir tiga tahun berjalan, usaha pembuatan tasnya kini semakin berkibar. Dengan dibantu 25 karyawan, ia sukses memasarkan tas buatannya hingga berbagai daerah di Indonesia.
Setidaknya sudah ada 40 reseller yang memasarkan tas Gembool secara online hingga ke berbagai daerah. “Distribusi tas Gembool sudah ke mana-mana, dari Aceh hingga Papua kami punya reseller,” ungkapnya.
Penjualan reseller ini menyumbang sekitar 15%-30% dari total omzetnya saat ini. Ke depan, ia berencana untuk memperbanyak jumlah reseller-nya. “Saya berharap bisa memiliki 100 reseller,”ujarnya.
Tas yang diproduksi Vidia adalah tas untuk kalangan muda dari usia 14 tahun hingga 30 tahun. Karena menyasar anak muda, tas tersebut dibuat dengan beragam variasi model, seperti selempang, ransel, hingga tas pesta. Tas-tas tersebut dibanderol mulai dari Rp 99.000-Rp 225.000 per buah
Menurutnya, model dan pilihan warna tas untuk kalangan muda harus dinamis dan beragam. Maka itu, Vidia rajin menampung kritik dan masukan dari pelanggannya.
Sudah Sejak Kecil
Menapaki dunia bisnis di usia muda bukanlah perkara gampang. Namun, bagi Vidia Chairunnisa, pemilik CV Gembool Mulia Jaya, usia muda dan minim pengalaman bukanlah halangan untuk terjun ke dunia bisnis.
Ketidaktahuan tentang medan bisnis justru dijadikan ajang untuk belajar. Menurutnya, belajar bisnis tak harus ditempuh melalui pendidikan formal. “Tapi juga bisa diperoleh atas dasar inisiatif sendiri,” ujarnya.
Inisiatif itu juga yang mendorongnya terjun ke dunia bisnis. Apalagi ia telah terbiasa berjualan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).Saat masih SD, ia berinisiatif berjualan jepitan rambut kepada teman-teman sekolahnya.
Hal itu dilakukannya untuk menambah uang saku yang dianggap kurang. “Saya suka jajan, uang saku kala itu tak cukup jadi kepikiran buat dagang untuk menambah uang jajan,” kisahnya.
Naluri berdagang Vidia berlanjut saat ia mengecap bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berkenalan dengan salah seorang teman ibunya, Vidia mengajukan diri untuk memasarkan berbagai produk fesyen, seperti pakaian tidur dan busana muslim. Kegiatan ini dilakukan tanpa sepengetahuan sang ibu.
Ia pun menjual produk fesyen itu secara door to door. Karena bisa menjual dalam jumlah banyak, maka komisi yang didapatnya juga lumayan besar. “Saya lupa berapa bayarannya, tapi yang jelas saya bisa membeli ponsel dari hasil tersebut,” kenangnya.
Tapi sayangnya, kebiasaan berdagang itu harus terhenti kala kedua orang tuanya mengetahui aktivitasnya itu. Lantaran takut mengganggu prestasi di sekolah, ia pun dilarang berjualan lagi.
Demi menghormati orang tuanya, Vidia terpaksa memenuhi permintaan tersebut. Namun, ia tetap bertekad suatu saat kelak harus menjadi pebisnis, bukan menjadi pegawai negeri sipil (PNS) seperti keinginan orang tuanya.
Tahun 2005, setelah selesai menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Lombok, ia pun melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Selama kuliah inilah, jiwa bisnisnya kembali tumbuh.
Di masa awal-awal kuliah, ia memutuskan untuk berjualan mutiara. “Saat itu ada beberapa teman yang mencari mutiara,” ujarnya.
Semua pesanan temannya itu, ia tampung. Saat pulang ke rumah orang tuanya di Lombok, ia pun mencari mutiara tersebut dari beberapa perajin yang ada di Lombok. “Jadi saya tidak menyetok, semua sesuai pesanan,” ujarnya.
Mutiara tersebut dijualnya mulai dari harga Rp 160.000 per butir. Ia mengambil margin lebih dari 50%. Meski tergiur dengan margin yang tinggi, tapi Vidia menganggap bisnis mutiara sangat segmented dan sulit dipasarkan.
Akhirnya di 2009, Vidia memutuskan untuk berbisnis tas. Bisnis yang akhirnya bisa mengangkat namanya sebagai pengusaha muda yang sukses.
Sumber : http://pebisnismuslim.com

Terlahir Sebagai Pengusaha Atau Terlatih Sebagai Pengusaha?

,

Apakah menjadi seorang pengusaha disebabkan oleh sesuatu yang ada dalam DNA Anda, atau hal itu dapat dilatih? Sebuah penelitian baru dari Babson College menemukan bukti “luar biasa”, yaitu bahwa jika mahasiswa Fakultas Bisnis mengambil setidaknya dua mata kuliah kewiraswastaan, itu dapat secara positif mempengaruhi mereka untuk memulai sebuah bisnis.
Profesor di perguruan tinggi Wellesley, yang berada di Massachusetts, menganalisis sebuah survei dari 3.755 alumni, dan ia menemukan bahwa dua mata kuliah kewiraswastaan (atau lebih baik lagi tiga sesi) sangat mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk membangun sebuah start-up. Selain itu, ia juga melihat bahwa menulis business-plan dapat memberikan pengaruh ke arah itu, meskipun tidak terlalu signifikan.
“Kini sudah saatnya membuang pertanyaan skeptis, ‘Apa perlu belajar kewiraswastaan?’ karena sekarang kita memiliki bukti empiris yang membuat perbedaan cara pandang. Kami rasa, kewiraswastaan yang harus diajarkan tidak hanya untuk produksi dan pelatihan pengusaha, tetapi juga untuk membantu para mahasiswa memutuskan apakah mereka memiliki ‘modal’ yang tepat untuk menjadi pengusaha, sebelum mereka memulai karir yang mungkin tidak cocok bagi mereka,” tulis sang Profesor, dalam penelitiannya yang diberi judul “Does An Entrepreneurship Education Have Lasting Value? A Study of Careers of 3,775 Alumni“.
Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada pengaruh apakah si mahasiswa memiliki orang tua seorang pengusaha atau tidak. Juga ditemukan bahwa pria lebih mungkin untuk menjadi pengusaha daripada wanita. Ia juga menemukan sebuah pola, yaitu semakin tinggi pendapatan, semakin kecil kemungkinan para alumni berniat untuk menjadi pengusaha. Di sisi lain juga ditemukan bahwa semakin besar ketidakpuasan mereka terhadap pekerjaan, semakin besar kemungkinan bahwa alumni memiliki niat untuk menjadi pengusaha.
“Pada tingkat yang lebih abstrak, kami percaya bahwa kewiraswastaan harus diajarkan untuk setiap mahasiswa Fakultas Bisnis, karena pada hakikatnya kewiraswastaan adalah asal-usul semua bisnis,” tulis sang Profesor. “Tidak akan ada sekolah bisnis, jika tidak pernah ada pengusaha!” lanjutnya.
Sebuah studi pada tahun 2002 di Harvard Business School juga menunjukkan bahwa jika Anda dapat meyakinkan mahasiswa bahwa mereka memiliki modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, mereka akan terjun berwiraswasta.
Profesor Harvard, Howard H. Stevenson, menjelaskan, “Jika Anda menganggap bahwa sebagian besar siswa kami adalah pengambil kesempatan, berorientasi pada prestasi, cerdas, dan pekerja keras (buktinya mereka telah diterima di sini), maka tindakan yang kami lakukan hanyalah memberi mereka ‘alat’ dan teknik untuk meningkatkan peluang keberhasilan mereka.”
Jadi, bagaimana menurut Anda, apakah kemampuan untuk menjadi pengusaha itu bisa dilatih?
Sumber : http://pengusahamuslim.com

Minggu, 23 September 2012

7 Jurusan Kuliah yang mempunyai prospek bagus ke depan

,

1. Desain
Desain yang dimaksud di sini bukan hanya soal gambar saja namun yang lebih menjanjikan adalah desain produk atau desain industri. Desain seperti desain mobil, sepatu, payung, dan lain-lain.

2. Teknik
Walaupun banyak beranggapan bahwa jurusan teknik akan mengarahkan pada karyawan saja bukan menjadi Boss, sehingga membuat teknik elektro dan industri mengalami penurunan tiap tahunnya. Namun selama ada pembangunan dimana-mana, lulusan jurusan ini akan selalu dibutuhkan.

3. ICT (Information Communication and Techology)
Jurusan ini akan membahas soal hardware seperti gadget-gadget dan jaringan telekomunikasi. Selain ilmu hardware, ilmu software pun akan dipelajari di jurusan ini. Pengembangan pun mengikuti pangsa pasar, dan saat ini pangsa game terutama game online sangat membutuhkan jurusan ini. Nah bagi penggemar game baik online atau tidak sebaiknya ambil jurusan ini. Temukan informasi unik lainnya hanya di : Klik > Kumpulan 7 Informasi Unik Dan Menarik

4. Bahasa dan Komunikasi
Jurusan ini menjanjikan di masa depan karena akan terjalin komunikasi dan hubungan internasional dalam perdagangan bebas yang semakin terbuka, maka Indonesia akan membutuhkan ahli-ahli di bidang komunikasi, terutama bahasa asing.

5. Planologi
Planologi atau perencanaan wilayah dan kota adalah suatu program studi yang mempelajari tentang cara merencana suatu wilayah dan kota. Semakin lama, sebagian besar orang akan hidup di daerah kota, perencanaan kota yang baik mutlak dibutuhkan dan jurusan ini memegang peranan penting untuk memberikan nasihat untuk pengembang usaha dalam skala makro.

6. Kesehatan dan Pendidikan
Peminat jurusan kesehatan akan semakin meningkat, apalagi kesehatan adalah segalanya bagi kehidupan manusia. Dari segi pendidikan, profesi seperti guru atau dosen semakin menjanjikan. Disamping uang, pahala pun didapat disini
Bisnis

7. Jurusan bisnis
dipercaya akan berkembang di masa depan. Apalagi melihat semangat kewirausahaan yang semakin tumbuh di Indonesia. Bagi yang memiliki jiwa bisnis dan berwirausaha sebaiknya Anda pilih jurusan ini

Itulah beberapa jurusan yang menjanjikan di masa depan. Dalam mencapai kesuksesan juga akan membutuhkan kerja keras, kreatif, dan jeli melihat peluang. Namun selain melihat potensi pasar, ada baiknya Anda memperhatikan potensi diri sendiri. Jika memiliki bakat yang menjanjikan kesuksesan, sebaiknya Anda pilih jurusan yang mendukung bakat Anda. Jangan sampai salah jurusan ya. Semangat ya gan. hehehe .

Nah menurut teman-teman sendiri gimana ? apa jurusan kuliah yang menurut teman-teman menjanjikan ?? terus boleh share juga pengalaman kuliah teman-teman atau pengalaman kerja

Sumber : http://serbatujuh.blogspot.com/2010/11/ini-gan-7-jurusan-kuliah-yang-bagus.html#ixzz1u5VV2f5k
 

Inspirasi Pengusaha Muda Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Junnaedy Muis