Kamis, 24 Maret 2022

Cara Memulai Usaha Budidaya Tanaman Hias yang Menguntungkan di Rumah dengan Mudah Untuk Pemula

,

 

Bisnis tanaman hias cukup meroket ditengah pendemi karena saat ini semakin banyak orang yang bisa bekerja di rumah saja. Dengan modal sedikit kita bahkan bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Harga tanaman hias seperti bonsai, monstera, dan janda bolong bisa mencapai puluhan juta rupiah. Jika bentuk daun dan ukurannya lebih besar tentu harganya bisa lebih tinggi lagi. 

Merawat tanaman hias memang terlihat gampang, namun saat kita mulai tertarik untuk berbisnis diperlukan komitmen dan ketekunan yang tinggi serta matang. Selain itu, kita juga wajib belajar mengenai cara budidayanya karena setiap tanaman memiliki cara berkembang yang berbeda-beda. Tak perlu berlama-lama, berikut ini beberapa 8 cara yang bisa kamu coba apabila ingin menjadi pengusaha tanaman hias dengan omset yang menggiurkan. 

1. Pilih jenis tanaman hias 

Untuk memulai bisnis tanaman hias, hal pertama yang dilakukan adalah memilih jenis tanaman hias apa yang akan kita budidayakan. Sebagai pemula, sebaiknya pilih jenis tanaman hias yang mudah dibudidayakan dan tidak repot. Contohnya seperti tanaman sansevieria atau lidah mertua, sirih gading, kaktus, monstera, sri rejeki, hingga tanaman spider plant.

Beberapa tanaman hias di atas termasuk mudah dibudidayakan dan bisa tumbuh dengan baik di dalam air. Tanaman seperti sansevieria atau lidah mertua, proses penyiramannya bahkan tidak perlu dilakukan setiap hari. Meskipun sibuk dengan pekerjaan lain, kita tetap bisa membudidayakan tanaman hias dengan baik dan menghasilkan cuan yang menguntungkan. 

2. Belajar lebih banyak

Saat bisnis tanaman hias sudah mulai diminati, kita bisa mulai meng-upgrade jenis tanaman hias yang dijual. Seperti mulai menjual tanaman hias dengan jenis yang sulit dibudidayakan dan memiliki harga jual yang lebih tinggi. Namun, hal ini harus dibarengi dengan peningkatan skill, ya. Perbanyak belajar melalui webinar atau dengan bertanya langsung dengan kerabat atau orang lain yang sudah sukses menjalankan bisnis tanaman hias ini. Selain itu, belajar juga terkait teknik pemasaran di sosial media, agar bisnis tanaman hias semakin dilirik oleh orang lebih luas lagi. 

3. Pilih lokasi jual tanaman hias 

Salah satu keuntungan dari bisnis tanaman hias adalah bisa dilakukan di mana saja termasuk rumah sendiri. Hal ini bisa menghemat pengeluaran untuk menyewa tempat.  Kita bisa memanfaatkan area halaman atau taman di rumah untuk membudidayakan tanaman hias dan menjualnya. Pastikan halaman di rumah kita memiliki sirkulasi udara yang baik, pencahayaannya bagus, dan tidak terlalu panas. 

Sebaiknya, kita juga membuat dua tempat berbeda, pertama dikhususkan untuk tanaman yang tidak tahan air, kedua dikhususkan untuk tanaman yang suka air. Sehingga saat musim hujan tiba, tanaman yang tidak tahan air terlalu banyak bisa diletakkan di tempat yang aman dan terlindungi.

Baca juga: Inilah 10 Bisnis yang menjanjikan dalam 10 tahun mendatang

4. Mempersiapkan media tanam dan bibit tanaman hias 

Sebagai pemula, mungkin kita akan bertanya-tanya, bagaimana cara mendapatkan bibit untuk usaha budidaya tanaman hias dengan baik serta cara mempersiapkan media tanamnya. Namun, tak perlu khawatir karena kita bisa membeli bibit terbaik pada sentra tanaman hias yang lokasinya dekat dengan rumah. Saat membeli, kita bisa juga bertanya pada ahlinya mengenai pembudidayaan tanaman hias agar bisa tumbuh cantik.

Kita juga bisa sekaligus membeli racikan media tanam dari sentra tanaman hias. Biasanya mereka juga menjual media tanam yang sudah diracik dengan pas berkarung-karung dan harganya tidak mahal. Tapi, apabila ingin lebih hemat, kita juga bisa membuat media tanam sendiri dengan belajar dari sosial media, buku, atau dari kerabat yang sudah lama menggeluti bisnis ini. 

5. Mengikuti tren tanaman hias

Sama seperti bisnis yang lain, bisnis tanaman hias juga memiliki trennya. Setiap tahun, tren tanaman hias bisa berubah-ubah dan harganya bisa melambung tinggi. Sebagai strategi untuk mencari peluang tren tanaman hias, kita bisa menyetok berbagai tanaman hias yang sedang diminati. Berikut ini beberapa tanaman hias dengan permintaan yang cukup tinggi di tahun 2020 dan 2021:

  • Monstera
  • Sansevieria
  • Cycads
  • Siklok
  • Anthurium
  • Peperomia abtusifolia

Sebaiknya perbanyak tanaman hias jenis ini sebagai peluang untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi. Kita juga bisa menjualnya dalam bentuk bibit dengan harga yang mahal. Selain itu, tak ada salahnya juga membudidayakan tanaman hias yang langka, seperti anggrek hitam papua, bonsai, kadaka, asoka varigata, hingga sansevieria ehrenbergii. Meskipun modalnya besar, harga jual tanaman ini juga cukup tinggi, bahkan mencapai 10 kali lipat. 

6. Gunakan strategi pemasaran yang tepat

Berkembangnya teknologi bisa dimanfaatkan untuk memasarkan bisnis tanaman hias. Kita bisa menggunakan banyak platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan e-commerce untuk menjual koleksi tanaman hias. Pastikan kita juga membuat konten yang cukup menarik, sehingga orang tertarik untuk membeli tanaman hiasnya pada kita. 

 

Rabu, 23 Maret 2022

Cara Memulai Usaha Ternak dan Budidaya Ikan Cupang di Rumah untuk Pemula

,
Cara Ternak dan Budidaya Ikan Cupang Hias Lengkap - Gramedia.com

Ikan Cupang Hias merupakan salah satu jenis ikan hias yang cukup populer di Indonesia. Tampilannya yang indah membuat banyak orang kepincut untuk memelihara ikan yang satu ini. Mengingat animo masyarakat yang tinggi, membuka usaha budidaya ikan cupang di rumah adalah ide bisnis menjanjikan yang harus rekan Inspirasi Pengusaha Muda.

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai cara budidaya, yuk kenali dahulu lebih dekat ikan yang satu ini.

1. Mengenal Lebih Dekat Ikan Cupang

Ikan cupang adalah salah satu jenis ikan yang hidup di air tawar. Salah satu karakteristiknya yang unik dan cantik terdapat pada ekornya yang berbentuk seperti kipas. Habitat ikan yang satu ini berada di sekitar area Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Brunei Darussalam.

budidaya ikan cupang

Biasanya, cupang hidup di area dengan arus yang tenang, seperti rawa-rawa, sungai, dan danau. Selain itu, cupang dikenal dengan keagresifannya dalam mempertahankan teritori mereka, sehingga tidak jarang orang membeli cupang untuk diadu. Dengan perawatan yang benar, ikan cupang bisa hidup 3 sampai 5 tahun dan ukurannya bisa mencapai 7 cm. Sekali bertelur, ikan cupang betina bisa menghasilkan 10 hingga 40 butir telur.

2. Jenis Ikan Cupang

Menurut para pegiat hobi memelihara ikan cupang, ikan ini dibagi ke dalam 2 macam, yakni cupang hias dan cupang adu. Daya tarik ikan hias berada pada keindahan bentuk, warna, serta gerakan yang dimilikinya. Sementara itu, cupang adu dipelihara untuk diadukan dengan cupang adu yang lain. Sebagai catatan, mengadu cupang di beberapa negara sudah dianggap sebagai tindakan ilegal. Bagaimana dengan di Indonesia, ya?

Menurut penelitian, terdapat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi. Namun, tidak semuanya populer di kalangan pencinta ikan cupang. Untuk spesies-spesies yang sering kamu temukan di pasaran, biasanya ikan ini berasa dari kelompok splendens complex yang terdiri dari :

  1. betta splendens,
  2. betta stiktos,
  3. betta machachai,
  4. betta smaragdina, dan
  5. betta imbellis.

Setelah mengetahui serba-serbi mengenai ikan yang satu ini, langsung saja yuk kita bedah cara-cara budidaya ikan cupang di rumah.

3. Cara Budidaya Ikan Cupang

a. Memilih Indukan untuk Budidaya Ikan Cupang

Seperti dilansir dari alamtani.com, langkah pertama yang harus dipersiapkan adalah mencari bibit atau indukan yang berkualitas. Sebaiknya, indukan harus berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, serta bebas dari cacat bawaan dan penyakit.

b. Tips Membedakan Cupang Jantan dan Betina

budidaya ikan cupang
  • Jantan:
    • Lincah
    • Ekor dan siripnya mengembang
    • Warnanya cerah
    • Bentuk tubuhnya lebih besar
  • Betina:
    • Lamban
    • Sirip dan ekornya lebih pendek
    • Warnanya kusam
    • Bentuk tubuhnya lebih kecil

Sebelum proses pemijahan, kamu harus memastikan indukan jantan dan betina sudah berada di fase matang gonad atau siap kawin.

Berikut adalah ciri-ciri indukan yang sudah siap dikembangbiakkan: 

Jantan

  • Setidaknya berumur 4-8 bulan
  • Bentuk badannya panjang
  • Warnanya terang dan menarik serta siripnya panjang
  • Gerakannya lincah dan agresif

Betina

  • Setidaknya berumur 3-4 bulan
  • Bentuk badannya membulat dan perutnya sedikit buncit
  • Warnanya kusam dan tidak menarik serta siripnya pendek
  • Gerakannya lambat   

c. Persiapan Pemijahan Ikan Cupang

akuarium ikan cupang

Setelah persiapan budidaya ikan cupang yang sebelumnya selesai, inilah saatnya untuk masuk ke proses pemijahan. Siapkan tempat berupa akuarium atau wadah dan baskom kecil berukuran 20x20x20 cm. Selain itu, sediakan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Terakhir, siapkan juga tumbuhan air, seperti contohnya kiambang.

Dalam sekali proses perkawinan, ikan cupang bisa memproduksi telur hingga 1.000 butir. Setelah pembuahan, telur tersebut akan menetas dalam kurun waktu 24 jam. Menurut pengalaman para pegiat budidaya ikan cupang, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam sekali kawin, ikan cupang yang bisa dipanen biasanya mencapai 30-50 ekor saja. Indukan jantan bisa kawin hingga 8 kali dalam interval 2-3 minggu, sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan sekali saja. Jika indukan betina dikawinkan dengan paksa, akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin pada perkawinan berikutnya. Hasilnya, anakan ikan akan didominasi oleh betina.

d. Langkah-Langkah Pemijahan

Mengisi Air

  • Masukkan air bersih setinggi 10-15 cm ke dalam wadah pemijahan (sebaiknya gunakan air tanah atau air sungai yang jernih).
  • Endapkan air yang akan dimasukkan terlebih dahulu setidaknya selama semalam.
  • Hindari penggunaan air PAM yang berbau kaporit atau air dalam kemasan.

Menempatkan Tanaman Air

budidaya ikan cupang


  • Masukkan tanaman air ke dalam wadah sebagai tempat berlindung bagi para burayak.
  • Pastikan penempatan tanaman tidak terlalu padat agar tanaman tersebut tidak berpotensi mengambil oksigen terlarut di dalam air.

Memasukkan Ikan Jantan

  • Masukkan ikan jantan yang sudah siap kawin ke dalam wadah.
  • Biarkan selama sehari di dalam wadah.
  • Ikan jantan akan membuat gelembung-gelembung udara yang berguna untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi.
  • Untuk memancing ikan jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina, namun dipisah.
  • Caranya, masukkan ikan betina ke dalam gelas plastik bening dan benamkan ke dalam akuarium yang berisi ikan jantan.

Masukkan Ikan Betina

budidaya ikan cupang
  • Setelah gelembung-gelembung terlihat di dalam akuarium, masukkan ikan cupang betina ke dalam akuarium.
  • Waktu pemijahan biasanya berlangsung sekitar pukul 7-10 pagi atau 4-6 sore.
  • Tutup dengan koran atau simpan wadah akuarium di tempat yang terhindar dari suara bising serta hilir mudik manusia karena ikan cupang cukup sensitif saat kawin.

Pisahkan Ikan Cupang Betina dari Ikan Cupang Jantan

budidaya ikan cupang
  • Setelah proses pembuahan selesai, segera angkat indukan betina karena ikan cupang jantanlah yang bertanggung jawab dalam menjaga dan membesarkan burayak.
  • Indukan jantan akan memunguti telur yang sudah dibuahi dengan mulutnya dan meletakkannya di gelembung-gelembung yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Jika indukan betina tidak dipisahkan, telur-telur yang dibuahi akan dimakan oleh si betina.

Telur Menetas

  • Dalam kurang lebih satu hari, telur-telur tersebut akan menjadi burayak.
  • Selama 3 hari ke depan, kamu tidak perlu memberikan pakan kepada burayak karena masih ada nutrisi tersisa yang terbawa dalam telur.
  • Selain itu, ikan cupang jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.

Pemberian Kutu Air (Moina atau Daphnia)

  • Setelah 3 hari terhitung setelah telur menetas, berikan burayak kutu air (moina atau daphnia).
  • Jangan memberikan pakan lebih banyak dari burayak karena pakan tersebut bisa mengotori air yang bisa menyebabkan burayak mati.

Pindahkan ke Tempat yang Disiapkan

budidaya ikan cupang
  • Ambil indukan jantan dari dalam akuarium setelah burayak berusia 2 minggu, terhitung semenjak telur menetas.
  • Pindahkan burayak ke tempat yang lebih luas dan beri larva nyamuk atau kutu air yang lebih besar.
  • Setelah 1,5 bulan, kamu sudah bisa memilih ikan cupang berdasarkan jenis kelamin dan pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.

e. Pakan untuk Budidaya Ikan Cupang

budidaya ikan cupang

Untuk budidaya ikan cupang yang sukses, pastikan untuk selalu memberikan pakan favorit ikan cupang, yakni kutu air, cacing sutra, dan larva nyamuk. Sebaiknya, pakan diberikan sesering mungkin, contohnya 3-4 kali dalam sehari. Semakin sering, semakin baik juga dampak yang akan dihasilkan. Intinya, lebih baik memberikan makan sedikit-sedikit tapi sering daripada banyak namun dalam 1 waktu. Pasalnya, hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penumpukan sisa pakan yang bisa menyebabkan berkembangnya penyakit.

f. Perawatan Ikan Cupang

Selanjutnya adalah cara merawat ikan cupang. Cupang merupakan ikan yang relatif tahan banting. Pasalnya, ikan yang satu ini bisa dipelihara di dalam akuarium tanpa aerator, atau, dengan kata lain, cupang bisa bertahan di kondisi air yang minim oksigen. Meskipun begitu, kamu harus tetap menjaga kualitas air dengan cara memberi akuarium aerasi dan filter pembersih agar ikannya bisa berkembang dengan sempurna. Kamu juga tidak disarankan untuk memelihara ikan cupang jantan lebih dari 1 di dalam sebuah akuarium.

Jangan pernah melakukan hal tersebut apa lagi jika akuariumnya kecil dan tidak dilengkapi tempat pelindung. Jika hal ini dihiraukan. bisa-bisa ikan cupang akan menyerang satu sama lain Alhasil, sirip-sirip ikan cupang akan terlihat tidak mulus dan warnanya kurang terlihat. Selain itu selalu ganti air di dalam wadah secara berkala dan cek apakah terdapat penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar akuarium. Jika penumpukan dibiarkan, hal tersebut akan menimbulkan penyakit yang bahkan bisa membunuh ikan cupang karena pencemaran air.

4. Perawatan untuk Ikan Cupang Aduan

Khusus untuk jenis ikan cupang aduan, kamu bisa menyimpan ikan ini di sebuah stoples kaca berukuran kecil. Berdasarkan pengamatan para pegiat hobi ini, ikan cupang akan terlihat lebih agresif jika disimpan di tempat yang gelap. Selain itu, jangan menyimpan stoples-stoples ini di tempat yang berdekatan karena ikan cupang akan membenturkan dirinya ke kaca jika melihat ikan cupang lain. Untuk mengakalinya, cukup gunakan sekat tidak tembus pandang di antara stoples.

 

Itulah beberapa langkah-langkah ternak dan budidaya ikan cupang yang bisa dicoba di rumah. Bagaimana? Mudah ‘kan, Sahabat Inspirasi Pengusaha Muda. Salam Sukses dan sehat selalu. Terima Kasih.

 

Selasa, 22 Maret 2022

Belajar Kisah Sukses dari Bapak Chairul Tanjung Yang Bisa Dicontoh Anak Milenial

,

Kisah Sukses Chairul Tanjung Yang Bisa Dicontoh Anak Muda

 

Dalam dunia bisnis khususnya di Indonesia, nama Chairul Tanjung sudah tak asing lagi. Pria kelahiran 16 Juni 1962 ini memiliki track record yang baik dalam berbisnis. Saat ini ia termasuk ke dalam orang paling sukses dalam berbisnis di Indonesia. Ia memiliki beberapa bisnis skala besar di Indonesia.

Kepandaiannya dalam berbisnis sering dijadikan motivasi bagi anak muda yang ingin menjalankan sebuah bisnis. Karena kemampuannya itu, Chairul Tanjung pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Mentri Kehutanan, Mentri Energi Dan Sumber Daya Mineral pada masa presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu ia juga pernah menjadi ketua umum PBSI periode 2000-2004.

Kisah Awal Perjalanan Hidup Chairul Tanjung

Tak ada yang menyangka pria yang lahir dari keluarga sederhana ini bisa menjadi orang besar. Ia terlahir bukan dari orang kaya. Sebenarnya tidak ada latar belakang pengusaha dalam diri Chairul Tanjung. Sang ayah hanyalah seorang wartawan di sebuah perusahaan koran kecil yang aktif pada masa order lama. Di masa itu, ekonomi keluarganya begitu pas-pasan. Terlebih saat ayahnya tidak lagi bekerja sebagai wartawan karena perusahaan tempat ayahnya bekerja ditutup.

Kehidupannya benar-benar terpuruk karena sang ayah tidak memilki pendapatan. Apalagi di masa itu kondisi sekitar masih belum stabil karena persoalan politik.  Ayah Chairul Tanjung akhirnya menjual rumah yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Keluarganya memilih untuk tinggal di losmen kecil yang memiliki harga murah.

Masa Kecil Chairul Tanjung sama seperti anak-anak pada masa itu. Ia menempuh pendidikan SD dan SMP Van Lith yang berlokasi di Gunung Sahari. Dengan keadaan yang serba kekurangan, ia sama sekali tidak mengeluh. Semangatnya sama seperti teman-teman lainnya dalam mengenyam pendidikan.

 

Meski dilahirkan bukan dari orang kaya, untuk urusan pendidikan ia mendapat dukungan dari orangtuanya. Setelah lulus dari SMP, ia melanjutkan pendidikannya di SMA Negri 1 Jakarta. Semangatnya untuk belajar tak pernah padam, ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Indonesia dan mengambil jurusan Kedokteran Gigi. Chairul Tanjung muda lulus pada tahun 1987.

Semasa menjalani kesehariannya sebagai mahasiswa, jiwa bisnisnya benar-benar muncul. Ia sempat mencoba usaha berjualan kaos, buku kuliah hingga fotocopy. Ketekunannya dalam berbisnis membuahkan hasil, ia sempat menyandang Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional untuk periode 1984 – 1985. Chairul Tanjung memiliki kegigihan yang kuat dalam menjalankan sesuatu.

Bangkit Mencoba Menjadi Pebisnis Muda

Perjalanan karir Chairul Tanjung sebagai pengusaha benar-benar dimulai ketika lulus dari perguruan tinggi. Ia pernah mencoba bisnis peralatan kedokteran dan laboratorium, akan tetapi bisnisnya gagal. Padahal itu merupakan bidang spesialis dirinya karena sesuai dengan jurusan yang diambil saat menjadi mahasiswa.

Ia sama sekali tidak menyerah hingga bangkit dan mendirikan perusahaan. PT Pariarti Shindutama menjadi perusahaan pertama yang ia bangun bersama 3 orang kerabatnya. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang ekspor produk sepatu anak.

Perusahaan yang ia rintis ini tidak berkembang cepat. Namun tekadnya sangat kuat dan berani, hanya dengan modal Rp. 150 juta ia mencoba memulai bisnis tersebut. Modal tersebut digunakan untuk keperluan operasional perusahaan. Target pasarnya biasanya negara-negara eropa, seperti Italia. Negara tersebut sempat memesan produk perusahaan Chairul Tanjung dalam jumlah yang besar. Perusahaannya terus berkembang dengan pesanan-pesanan yang terus berdatangan.

Chairul Tanjung memang dilahirkan sebagai pebisnis sejati. Ia tak gentar dengan tantangan modal minim yang ia miliki untuk memulai bisnis. Ia akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan teman-temannya karena perbedaan visi dalam berbisnis. Padahal saat itu bisnisnya dalam kondisi baik-baik saja, namun ia lebih memilih untuk menjalani bisnisnya secara mandiri. Ini bukan masalah bagi Chairul, karena sejak kecil ia sudah diajarkan untuk mandiri.

Kesuksesan Chairul Tanjung Menjadi Pengusaha Sukses Di Indonesia

Tahun demi tahun berlalu, Chairul Tanjung tetap konsisten untuk menjadi pebisnis. Tekadnya begitu besar untuk meraih sebuah kesuksesan. Dalam perjalanan hidupnya, ia pernah membangun perusahaan “Para Inti Holdindo” yang memiliki tiga subholding yakni Para Global Investindo bergerak dalam bidang keuangan, Para Inti Investindo yang bergerak dalam bidang media dan investasi, dan Para Inti Propertindo yang bergerak dalam bidang properti.

Banyak jenis bisnis yang dikelola oleh Chairul Tanjung hingga pada tahun 2011, mengubah nama perusahaannya menjadi CT Corp. Nama tersebut masih dikenal sampai saat ini. Di bawah naungan perusahaan tersebut terdapat anak perusahaan seperti Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources.

Bisnis yang digeluti Chairul Tanjung berasal dari berbagai sektor, seperti finansial, asuransi, pusat perbelanjaan, hiburan dan sebagainya. Yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia mungkin stasiun televisi Trans TV dan Trans 7. Keduanya merupakan perusahaan yang dimiliki oleh Chairul Tanjung.

Bisnis broadcasting dimulainya pada tahun 2001 ketika mencoba melakukan siaran pertamanya. Kesuksesannya bisa dirasakan pada tahun 2008 hingga sekarang ini. Trans TV menjadi salah satu stasiun favorit masyarakat Indonesia. Untuk melebarkan sayapnya dalam bidang ini, ia mengakusisi TV7 dan mengubahnya menjadi Trans7 yang dikenal sekarang ini. Itu menjadi gambaran betapa kayanya pria bernama Chairul Tanjung Ini.

Kesuksesan yang diraih Chairul Tanjung bisa menjadi pelajaran bagi anak muda untuk bekerja keras dalam menggapai impian. Kepandaiannya dalam berbisnis ternyata juga tertular kepada anaknya yang akrab disapa Putri Tanjung. Wanita tersebut memiliki keberanian yang sama seperti ayahnya dalam berbisnis. di usia mudahnya, ia sudah memiliki perusahaan sendiri.

Inilah beberapa kisah hidup Bapak Chairul Tanjung yang dapat dijadikan pembelajaran serta motivasi agar dapat terus berkarya, ditengah pendemi Covid -19. Sekian dan Terima Kasih.

 

Inspirasi Pengusaha Muda Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Junnaedy Muis