Saturday, April 14, 2012

Sejarah Pemikiran Ekonomi


A. Ekonomi Merkantilisme
Merkantilisme muncul pertama kali pada abad tujuh belas dan pertengahan pertama abad delapan belas saat terbit bukunya Adam Smith pada tahun 1776 yaitu ‘Wealth of Nation’, yang mendiskusikan mengenai “ System of Political Economy”. Buku tersebut mereview apa yang disebut Smith dengan “the commercial or mercantile system”. Pemikiran Smith tersebut banyak dikritik pada saat itu.
Ia menghambat kelemahan dari sistem merkantilisme dan mengarahkannya ke dalam sistem yang kuat miliknya tentang kebebasan ekonomi. Menurutnya sistem merkantilis adalah suatu penipuan yang dilakukan oleh kelas bisnis kepada publik. Apa yang disebut Smith dengan sistem merkantilis selanjutnya disebut dengan merkantilisme.
Merkantilisme saat ini dipahami sebagai bundel gagasan dan sebagai suatu latihan di dalam keahlian sebagai negarawan. Perkembangan ini melawan latar belakang persaingan dan peperangan antara kekuatan-kekuatan hebat di Eropa, dimana pada saat itu kedamaian hanya terjadi pada satu periode antara tahun 1600-1667. Munculnya ajaran merkantilisme berhubungan dengan munculnya England dan British Empire sebagai kekuatan dunia.
Persaingan Ekonomi
Hubungan komersial yang terjadi antar Belanda dan Inggris pada saat itu karena konflik, menyebabkan lahirnya literatur mengenai pola perdagangan internasional dan keuangan yang sama seperti hukum Negara modern, literatur ini mengambil titik awal dari kerja Hugo Grotius, seorang ahli hukum Belanda, yang dalam bukunya Mare Liberum pada tahun 1609 mengatakan bahwa laut bebas untuk semua, kata-kata tersebut memprovokasi Inggris yang diulangi oleh John Selden dalam Mare Clausum-nya pada tahun 1635.
Hal ini tidak hanya persaingan internasional saja yang membentuk latar belakang pertentangan mengenai merkantilis, tetapi juga konflik domestik tentang bunga. Sistem dan pamflet digunakan sebagai senjata oleh pembicara-pembicara dari perusahaan-perusahaan besar yang aktif dalam perdagangan internasional dan kolonialisasi.
Mereka sering terjebak dalam permusuhan yang sengit dan kecemburuan di antara mereka sendiri. Peraturan perusahaan, perusahaan kerja sama, dan interlopers adalah suatu kesatuan dalam protes mereka tentang perdagangan banker dan keuangan. Pertentangan mengenai usury (riba) tidak pernah mati tetapi ditransformasikan dari moral ke isu-isu ekonomi.
Keseimbangan Perdagangan
Pusat doktrin dari ajaran merkantilis adalah “balance of trade,” sebuah kalimat yang mungkin diturunkan dari accounting precedents. Seperti yang dikabarkan oleh Francis Bacon pada tahun 1616, doktrin Negara : “mari membangun keuntungan perdagangan yang diletakkan melalui ekspor komoditi dalam negeri lebih bernilai dari pada mengimpor dari asing, sehingga kita dapat yakin kalau persediaan kerajaan akan meningkat untuk keseimbangan perdagangan haris dikembalikan dalam bentuk uang atau emas.”


Pemikir Ekonomi Merkantilisme
1.    Edward Misselden
Edward Misselden (fl. 1608-54), seoarang bisnismen, seorang pedagang yang pada saat itu juga sedang bekerja di East India Company, mencoba untuk menerangkan penyebab depresi bisnis yang diderita Inggris di awal 1620an yang ditulis dalam bukunya Free Trade or the Means to Make Trade Flourish, diterbitkan pada 1622.
Sama seperti ahli-ahli merkantilis lainnya, Misselden diobsebikan oleh gagasan bahwa Inggris membutuhkan lebih banyak mata uang. Untuk mewujudkannya dia harus meningkatkan ekspor dan menekan impor. Misselden mendefinisikan monopoli sebagai ‘macam jenis dari perdagangan, membeli, menjual, pertukaran atau barter, dan kadang-kadang tetapi oleh satu orang, dan yang dicegah dari semua yang lain, untuk menguntungkan pelaku monopoli dan merugikan orang lain.’ Kompetisi yang didukungnya adalah struktur pasar yang lebih dari cukup diklasifikasikan sebagai oligopoli.
2.    Thomas Mun
Thomas Mun (1571-1641) melakukan gebrakan lewat bukunya A Discourse of Trade from England unto the East-Indies pada tahun 1621. Teori Mun memunculkan pertanyaan dari tujuan utama atau tujuan akhir dari aliran masuk mata uang dimana Mun sangat ingin memaksimalkan. Dia percaya bahwa beberapa ekspansi akan memimpin harga tertinggi dimana akan membayang-bayangi ekspor. Bagi Mun uang sangat bernilai sebagai perantara dalam pertukaran internasional, untuk menjalankan perdagangan. Perdagangan berarti untuk memperoleh harta benda, dan harta benda berarti untuk memperluas perdagangan.
3.    Willam Petty
Dalam bukunya “Political Arithmetic” pada tahun 1671, Petty memberi sumbangan teori penting untuk ilmu ekonomi. Ia adalah ahli ekonomi pertama yang menjelaskan sewa tanah berdasarkan surplus.
Untuk memahami gagasan surplus ini bayangkan ekonomi pertanian primitif yang hanya menanam jagung. Pada saat itu jagung merupakan input proses produksi dan sekaligus output. Sebagai input jagung jagung dipakai sebagai benih dan dimakan oleh pekerja. Pada akhir tahun jagung akan dipanen dan digunakan sebagai bahan pangan dan bibit untuk tahun depan.
Petty mendefinisikan surplus sebagai selisih antara total output dari jagung (saat panen tahunan) dan input dari jagung yang dibutuhkan untuk menghasilkan output tersebut. Menurut Petty pemilik tanah akan cenderung menerima pembayaran sewa yang sebanding dengan surplus surplus yang dihasilkan oleh lahan mereka. (surplus = total output – input)
Tak seorangpun akan menyewakan lahan dengan biaya sewa melebihi surplus yang dihasilakan lahan tersebut karena penyewa akan kehilangan uang/pendapatan.
Keseimbangan Kekuatan
Bagian terpenting dari ajaran merkantilis adalah bahwa dugaan kekuatan, perdagangan, dan harta benda adalah kuantitas tetap yang alami. Menurut Mun, keuntungan seseorang adalah kerugian bagi orang lain. Jika dalam hubungan internasional keuntungan satu negara adalah kerugian bagi negara lain, dan jika ini dapat diasumsikan bahwa negara akan bekerja keras untuk mendapat keuntungan dan menghindari kerugian., kemudian secara spesifik kebijakan komersial dan kebijakan ekonomi luar negeri menjadi instrumen bagi kemakmuran ekonomi.
Dalam hal ini merkantilis dapat dikatakan harus mempertimbangakan pengejaran keuntungan nasional solusi dari masalah ekonomi seperti yang mereka lihat. Dalam sistem merkantilis, keuntungan yang diperoleh konsumen hampir seluruhnya tetap mengorbankan produsen, dan ini sama untuk mempertimbangkan produksi, dan tidak konsumsi, sebagai tujuan akhir dan objek dari semua industri dan perdagangan.
B.Ekonomi Klasik
Pangkal tolak dalam teori mazhab Klasik ialah bahwa kebutuhan manusia akan terpenuhi dengan cara yang paling baik bilamana sumber-sumber daya produksi digunakan secara efisien. Selain itu bila hasil produksi berupa barang dan jasa dijual di pasaran melalui persaingan yang bebas.
Salah satu ciri pokok dalam pemikiran ekonomi mazhab Klasik ialah persepsi dan konsep pengertian tentang mekanisme ekonomi dlaam suatu masyarakat yang sudah modern. Dalam kerangka pemikirannya, terungkapkan asas-asas dan kekuatan-kekuatan yang mendasari tata susunan ekonomi kapitalis.
Pemikir Ekonomi Klasik
Ada beberapa tokoh pemikir dalam mazhab ini yang perlu kita ketahui pandangannya tentang kegiatan ekonomi. Masing-masing dari mereka diuraikan sebagai berikut.
1.    Adam Smith
Adam Smith-lah tokoh sentral dalam mazhab ini. Pemikiran-pemikiran tentang masalah-masalah ekonomi dituangkannya dalam karyanya yang berjudul "An Inquiry into the Nautre and Causes of the Wealth of Nations". Dasar falsafah adalah bahwa tata susunan masyarakat agar didasarkan atas hokum alam yang secara wajar berlaku dalam dunia nyata. Perlu pembagian bidang kegiatan dan spesialisasi. Kebebasan individu dan kemandiriannya akan membawa keserasian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Laissezfair, laissez passer..
2.    Jean Baptist Say (1767-1832)
Penyusun sistematik dan kodifikasi pemikiran Adam Smith. Hukum Say : "theories des debouchees", dalam keadaan ekuilibrium produksi cenderung menciptakan permintaannya akan hasiul produksi yang bersangkutan.
3.    David Ricardo (1772-1832)
Teori nilai bersumber pada biaya tenaga kerja. Hukum besi tentang tingkat upah. Sewa tanah dikaitkan dengan hokum imbalan jasa yang semakin menurun. Teori perdagangan internasional berdasarkan keunggulan komparatif dan biaya komparatif.
4.    Thomas Robert Malthus (1766-1834)
Terkenal dengan teori penduduknya yang berbunyi: penduduk dunia bertambah dengan lebih cepat disbanding dengan kemampuannya untuk mempertahankan tingkat hidupnya. Teori lainnya tentang ketidakmampuan berkonsumsi secara wajar (theory of underconsumption). 
Mazhab Neo-Klasik (I)
Mazhab ini memfokuskan diri pada konsep Marginalisme dan Perilaku Konsumen. Ada beberapa tokoh yang berperan dalam mazhab ini seperti :
  • Herman Heinrich Gossen (1810-1858 yang memiliki hukum Gossen I yaitu faedah marginal suatu barang akan semakin menurun dengan semakin banyak terpenuhinya kebutuhan akan barang itu. Hukum Gossen II adalah sumber daya dan dana yang tersedia selalu terbatas secara nsibi terhadap kebutuhan-kebutuhan manusia yang beraneka ragam dan hampir tiada batasnya.
  • Eugen von Bohm-Bawerk (1851-1914) yaitu pakar ekonomi aliran Austria. Mengemukakan teori komprehensif yang berpangkal pada konsep faedah marginal. Dia juga memperhatikan peranan modal dan bunga, nilai guna dan nilai tukar, teori agio tentang bunga, nilai dan harga dan teori distribusi pendapatan.
  • Alfred Marshall (1842-1924) yaitu pakar ekonomi aliran Cambridge University, Inggris. Mengemukan teori natura non facit saltum, consumers’ behaviour, teori disutility tentang upah, teori waiting tentang bunga, nilai subyektif dan obyektif, general relations of supply and demand, konsep elastisitas dan konsep ekuilibrium parsial.
  • J.R Hicks (1904-…) merupakan pakar ekonomi dari Oxford University, Inggris yang mengkaji ulang teori Marshall tentang perilaku konsumen menjadi teori ekuilibrium umum. Menjelaskan dampak substitusi dan elastisitas pada ekspektasi.
  • Irving Fisher (1867-1947) merupakan pakar ekonomi dari Yale University, Amerika Serikat. Dialah yang menciptakan konsep angka indeks sebagai alat analisis, teori kuantitas uang dan harga dan teori bunga. Dia juga mengembangkan ekonometrika.
  • Leon Walras (1834-1910) adalah pendiri Sekolah Lausanne Swiss. Terkenal sebagai pelopor pengembangan ekonomi matematika dan pencipta analisis komprehensif mengenai sistem ekuilibrium umum.
  • Vilfredo Pareto (1848 – 1923) adalah pakar ekonomi di Sekolah Lausanne dan penerus aliran matematika Walras. Terkenal dengan konsep Pareto’s Law


C.Ekonomi Fisiokrat
Abad delapan belas menonjolkan dua gagasan ekonomi, yaitu fisiokrat dan klasik. Fisiokrat menguasai Prancis, klasik Skotlandia dan Inggris. Fisiokrat mendapat pengaruh penting dari Adam Smith, peletak dasar sistem klasik. Bodin dan Boisguilbert adalah dua figur pemimpin ajaran ekonomi Perancis sebelum adanya fisiokrat.
Pemikir Ekonomi Fisiokrat
1.      Laffemas
Secara keseluruhan, merkantilisme Prancis lebih bekerja dengan pekerja dari pada pemikir, dan hanya beberapa penulis yang meminta perhatian. Barthelemy de Laffemas (1545-1611), penjahit Huguenot dan valet de chambre Raja Henry IV, yang olehnya dia meraih jabatan sebagai menteri keuangan. Laffemas mendiskusikan masalah ekonomi dalam beberapa tulisan dimana dia menggarisbawahi pentinganya manufaktur.
Penulis lainnya yaitu Antoine de Montchretien (c.1575-1621), seorang penyair dan hardware manufacturer yang siap disebut sebagai penulis buku yang memuat tulisan ‘ekonomi politik’ pada tahun 1615. Dia menitikberatkan kebutuhan peraturan dan pendidikan industri. Ia mengulangi observasi Montaigne mengenai jika satu orang untung maka satu orang lainnya akan rugi, dan diaplikasikan secara spesifik ke dalam perdagangan internasional.
2.      Colbert
Peraturan negara dan kemajuan manufaktur dicapai pada masa Jean Baptiste Colbert (1619-83), menteri keuangan dibawah Raja Louis XVI, yang diingat sebagai salah satu praktisi kebijakan merkantilis. Dia memberi nama sistem ini dengan nama Colbertisme, dimana manufaktur yang didorong oleh subsidi dan perlindungan tarif. Colbertisme juga membawa jaringan kerja dari peraturan terperinci yang bertujuan pada kualitas dan kontrol harga dari produk manufaktur dan pertanian serta mengurangi rintangan pada perdagangan dalam negeri Perancis. Colbert juga mencari atau mengadakan reformasi fiskal, tetapi usahanya tersebut digagalkan oleh ketidakmaluan pengadilan dan biaya peperangan raja.
Marshal Vauban (1633-1707), ahli militer hebat pada zamannya, juga mencoba memecahkan masalah ekonomi, pendekatan yang digunakan adalah ‘political arithmetic.’ Secara lebih spesifik dia mengajukan reformasi fiskal yang mengganti dengan sejumlah pajak oleh bangsawan, semacam pajak pribadi yang akan didasarkan pada pendapatan dari segala sumber dan siapa yang mempunyai proporsi lebih, maka batas tertinggi pajak adalah sepuluh persen.
3.      Boisguilbert
Pierre le Pesant de Boisguilbert (1646-1714), anggota kehakiman Perancis dan seorang tuan tanah, menerbitkan beberapa buku. Bukunya yang pertama Le detail de la France in 1695 dan yang terakhir Factum de la France in 1706, dan dia juga membuat empat rangkaian gagasan yang ditujukan untuk membantu menteri keuangan.

Boisguilbert mangklaim bahwa pertanian dan kehidupan pedesaan adalah beberapa cara terbaik untuk manufaktur dan bahwa manufaktur sebaiknya tidak dipromosikan pada biaya populasi pedesaan. Dia juga mengumumkan rumusan laissez faire ketika dia membela kebebasan export gandum, dia mengidentifikasikan pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi.
4.      Quesnay
Pemimpin aliran fisiokrat adalah Francois Quesnay (1694-1774), dokter pribadi Louis XV dan Madam de Pompadour. Belajar ekonomi adalah fase terdahulu dari karir intelektualnya. Dan memutuskan untuk tetap pada investigasi matematika hingga akhir hidupnya.
5.      Turgot
Setelah Quesnay, fisiokrat terbaik yang diingat sekarang ini adalah Anne Robert Jacques Turgot (1727-81), yang setelah berjasa pada posisi pemerintah Peranci tertinggi menjadi menteri keuangan pada rezim ancien.
Sistem fisiokrat memerlukan rekonstruksi ekonomi yang lengkap sejak mereka menyobek keseluruhan cataan tentang ajaran merkantilisme. Tujuan fisiokrat adalah untuk mengorganisasikan kembali ekonomi Perancis melalui reformasi pajak dan mempromosikan sistem efisien, skala yang lebih besar bertani.
Fisiokrat digambarkan seperti diatur oleh prinsip-prinsip individualisme. Turgot berpendapat bahwa individualisme adlaah hakim terbaik dari keuntungan sendiri. Aliran ini mempostulatkan sebuah kesesuaian yang sempurna dari keuntungan individu sama baiknya denga keuntungan raja. Individualisme ini diimplementasikan dalam pemilikan pribadi.
6.      The Tableau
Hubungan antara tiga kelas yang digambarkan Quesnay dalam tableau economique yang terkenal, model terbaru dari aliran melingkar ’pendapatan nasional’ dan reproduksi tahunannya. Ada beberapa jenis tableau, yang semuanya sesuai dengan dua pola dasar. Pertama menggambarkan pengeluaran berturut-turut dan lainnya meringkas hasil yang dicapai.
Pengaruh Fisiokrat
Hubungan tertutup Fisiokrat dengan pengadilan Prancis dan dukungan mental dari monarki absolut berhasil untuk membuat sesuatu impresi yang sangat besar ke luar negri, khususnya pada ‘kebenaran raja yang lalim’ pada saat itu. Saat itu dunia melihat peradaban Prancis dan semua tentang Prancis sebagai model yang paling jelek dari kekaguman dan emulasi. Ada pertimbangan bunga dalam doktrin physiokrat pada negara asing, tapi mengumumkan individualisme dari pemikiran mereka yang tidak semuanya cocok yang kemudian mengalami wilayah ‘underdevelopment’ dari pusat dan Eropa bagian timur.
Pernyataan tambahan mereka mengenai laissez faire, Fisiokrat berani pada kepercayaan mereka akan kebaikan monarki absolut sebagai bentuk pemerintahan yang terbaik. Mereka juga ingat dengan baik tentang penekanan pada pertanian yang akhirnya menyebabkan munculnya revolusi industri. Oposisi mereka pada ekspor manufaktur melawan trend perekonomian Perancis yang telah memproduksi ekspor dalam kelebihan pertanian sejak pertengahan abad 18.
Teknik eonomi fisiokrat berbeda dari kebijakan dan filosofi mereka, didesak pengaruh gagasan ekonomi di masa depan. Pemikiran Adam Smith telah dipengaruhi oleh ini, khususnya kontribusi Turgot, walaupun dia tidak mengembangkan usaha selanjutnya pada suatu bentuk teori subjektif nilai. Marx yang memberikan banyak perhatian pada tableau menemukan dalam hal ini dan pada penekanan fisiokrat pada surplus produksi oleh pada suatu kelas penting menginspirasikan pada sistem miliknya dari pemikiran yang pusatnya adalah suatu surplus.

Reactions:

2 comments:

Post a Comment